Kesehatan

Tips Meningkatkan Imunitas Tubuh Agar Terhindar Dari Penyakit

Sistem imun merupakan kumpulan sel-sel dalam struktur biologis, yang memiliki fungsi sebagai pertahanan atau imunitas organisme tubuh dari bakteri, virus, serta kelainan tertentu. Pada dasarnya sistem imun memiliki banyak sekali komponen, seperti halnya sel, hingga organ khusus lainnya yang sama-sama bekerja untuk memerangi serta melindungi tubuh dari bahaya penyakit.

Walaupun tubuh manusia sudah memiliki sistem imunitas, namun bukan berarti bahwa kekebalan tubuh manusia tidak bisa gagal dalam melakukan pencegahan serangan penyakit. Kuman tetap akan bisa masuk terutama dalam kondisi daya tahan tubuh seseorang menurun drastis. Agar kekebalan tubuh tetap terjaga, berikut langkah sederhana meningkatkan imunitas tubuh dari sehat.online!

Beberapa Tips Meningkatkan Imunitas Tubuh Agar Terhindar Dari Penyakit

  • Menerapkan Pola Hidup Sehat

Agar imunitas tubuh terjaga dan dapat bekerja secara optimal, perlu penerapan pola hidup sehat secara maksimal, guna menghindari penurunan pada sistem kekebalan tubuh yang bisa terjadi kapan saja. Pola hidup sehat sendiri merupakan sebuah upaya yang dilakukan guna untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Dengan memperhatikan beberapa aspek kesehatan mulai dari konsumsi makanan, nutrisi keseharian, hingga aktifitas rutinan.

  • Suplemen Guna Meningkatkan Imunitas tubuh

Selain pola hidup sehat yang harus di jaga, mengkonsumsi suplemen juga dapat meningkatkan imunitas tubuh. Sebab mengkonsumsi suplemen merupakan alternatif untuk dapat melengkapi pola makan yang dinilai kurang bernutrisi. Sebagian besar suplemen memiliki fungsi untuk mengembalikan stamina serta kekebalan tubuh, memperbaiki kerusakan pada sel-sel, sebagai antivirus, dan manfaat bagi kesehatan lainnya.

Itulah tips meningkatkan imunitas tubuh dari sehat.online. Menerapkan pola hidup sehat mungkin merupakan langkah awal guna mencegah turunnya sistem kekebalan tubuh. Namun mengkonsumsi suplemen peningkat imunitas mungkin juga sangat dibutuhkan.

Namun perlu anda ingat, sebelum mengkonsumsi suplemen perlu anda perhatikan mengenai kandungan-kandungan yang ada di dalamnya. Sebab setiap jenis suplemen memiliki kandungan serta dosis yang berbeda-beda pula. Sehingga kandungan suplemen dapat sesuai dengan kondisi kesehatan anda.

Read More
Kesehatan

ISPA Pada Anak – Hal Penting Yang Harus Diketahui

ISPA merupakan gangguan pernapasan yang sering menyerang bayi dan anak-anak. Saat terserang ISPA, anak cenderung menjadi lesu, rewel, dan kurang mau makan. Agar tidak bingung dalam menangani Si Kecil saat ia terkena ISPA, Anda perlu mengetahui dulu hal-hal seputar ISPA pada anak dan cara mengobatinya.

ISPA adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Saluran ini meliputi hidung, rongga hidung dan sinus, tenggorokan (faring), dan kotak pita suara (laring).

ISPA bisa muncul secara tiba-tiba dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia. Sedangkan pada orang dewasa, ISPA lebih sering terjadi pada orang yang merokok atau terpapar asap rokok dan polusi.

ISPA pada dapat menggambarkan beberapa penyakit infeksi pada saluran pernapasan anak, seperti flu, radang tenggorokan (faringitis), sinusitis, epiglotitis, atau radang pita suara.

Penyebab dan Gejala ISPA pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Penyebab utama ISPA adalah infeksi virus, seperti rhinovirus, adenovirus, virus coxsackie, parainfluenza, dan RSV (respitatory syncytial virus). Namun pada kasus tertentu, ISPA pada anak juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri.

Virus dan bakteri penyebab ISPA dapat menyebar dan menular dengan beberapa cara, misalnya saat anak menghirup percikan bersin dari seseorang yang terinfeksi ISPA. Penyebaran juga dapat terjadi saat anak memegang benda yang telah terkontaminasi virus atau kuman penyebab ISPA dan secara tidak sadar menyentuh hidung atau mulutnya sendiri.

Saat mengalami ISPA, anak-anak dapat mengalami gejala atau keluhan berupa:

  • Hidung tersumbat atau pilek.
  • Bersin.
  • Batuk-batuk.
  • Sakit tenggorokan hingga suara serak.
  • Mata terasa sakit, berair, serta kemerahan.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Demam.
  • Sakit ketika menelan.

Tanda dan gejala infeksi saluran pernapasan akut akibat infeksi virus biasanya akan menetap selama 1-2 minggu. Setelah itu, kondisi anak akan mereda dengan sendirinya. Selama sakit, anak perlu dirawat di rumah agar ia dapat beristirahat dengan lebih nyaman.

Meski dapat membaik sendiri, ISPA pada anak perlu diwaspadai jika semakin lama semakin parah atau disertai gejala berikut:

  • Sesak napas.
  • Napas berbunyi.
  • Nyeri di bagian dada atau perut.
  • Kejang.
  • Penurunan kesadaran.
  • Bibir dan kuku tampak kebiruan.
  • Kulit menjadi pucat dan teraba dingin.
  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare.

Jika terdapat beberapa gejala di atas, bisa jadi ISPA pada anak sudah menyebabkan komplikasi yang lebih berat, seperti dehidrasi, pneumonia, dan bronkitis. Kondisi-kondisi tersebut perlu segera ditangani oleh dokter.

Langkah Pengobatan dan Pencegahan ISPA pada Anak

ISPA pada anak akan membaik dengan sendirinya. Akan tetapi, kondisi ini sering kali membuat anak rewel dan susah beristirahat, sehingga proses pemulihannya bisa terganggu.
Untuk membantu proses pemulihan serta membuat anak dapat beristirahat dengan lebih nyaman saat terkena ISPA, ada beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan di rumah, antara lain:

1. Berikan anak cukup makan dan minum

Saat terkena ISPA, anak akan menjadi kurang mau makan dan minum. Hal ini bisa menyebabkannya mengalami dehidrasi.

Oleh karena itu, cobalah untuk memberikan anak cukup air putih untuk mencegahnya mengalami dehidrasi. Air putih juga dapat membantu mengencerkan dahak, sehingga saluran pernapasannya terasa lebih lega.

Jika anak tidak mau minum air putih, coba berikan pilihan lain, seperti air lemon dan teh hangat yang dicampur madu. Namun ingat, madu tidak boleh diberikan pada anak berusia di bawah 1 tahun karena berisiko menyebabkan keracunan botulisme.

Saat sakit, anak juga membutuhkan energi yang cukup. Jadi, pastikan anak makan secara teratur. Jika ia tidak dapat menghabiskan porsi makan seperti biasa, berikan anak porsi makan lebih sedikit, namun lebih sering. Bila perlu, berikan suplemen multivitamin sesuai anjuran dokter agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi.

2. Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup.

Anak yang sedang sakit perlu beristirahat dengan cukup (setidaknya 9 – 10 jam setiap malam). Untuk membantu anak beristirahat dengan nyaman, coba ciptakan suasana yang nyaman dan bersih di kamar tidurnya. Anda bisa membacakan buku cerita dan memeluk anak hingga ia tertidur, ketika ia merasa tidak nyaman.

Jangan lupa untuk membersihkan kamar anak dari asap rokok, debu, dan kotoran. Jika perlu, Anda bisa menggunakan pelembap ruangan (humidifier) untuk menjaga kebersihan udara agar anak dapat beristirahat dengan nyaman.

3. Coba berkumur air garam

Saat sedang terkena ISPA, anak akan merasakan batuk dan sakit tenggorokan. Keluhan tersebut bisa diatasi dengan berkumur air garam hangat.

Caranya adalah dengan mencampurkan segelas air hangat dengan 2 sendok teh garam, dan larutkan. Setelah itu, minta anak untuk berkumur dengan air garam tersebut lalu lepehkan. Meski cukup efektif untuk meringankan gejala ISPA pada anak, cara ini hanya boleh dilakukan pada anak berusia di atas 8 tahun.

4. Gunakan obat-obatan

Bila kondisi anak belum membaik, Anda bisa memberikan obat-obatan untuk membantu meringankan gejala ISPA yang dirasakannya. Obat ini bisa berupa paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri, obat batuk, serta dekongestan untuk mengatasi pilek.

Namun sebelum memberikannya obat, pastikan Anda telah membaca petunjuk penggunaan dan dosis pemberiannya sesuai yang tertera pada kemasan.

Agar anak tidak sering terkena ISPA, lakukanlah beberapa langkah pencegahan ISPA berikut ini:

  • Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.
  • Ingatkan anak untuk mencuci tangan secara rutin, terutama setelah beraktivitas di luar rumah, menyentuh benda kotor, sehabis buang air kecil maupun besar, dan sebelum makan.
  • Ajari anak untuk selalu menutup hidung saat batuk dan bersin.
  • Hindari berbagi mainan, peralatan makan, atau handuk dengan orang lain yang sedang sakit.
  • Rutin membersihkan rumah dan benda-benda di yang ada di kamar tidur anak, seperti sprei, selimut, dan mainannya.
  • Lengkapi imunisasi anak.

ISPA pada anak memang dapat sembuh dengan sendirinya, terutama bila daya tahan tubuh anak baik. Namun bila gejalanya tidak juga membaik setelah beberapa hari atau justru semakin memburuk, segeralah periksakan anak ke dokter.

Demikian juga bila anak mengalami gejala yang perlu diwaspadai seperti telah dijelaskan di atas, segeralah bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Read More
Kesehatan

ISPA – Penyebab Dan Tips Pengobatan ISPA

Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan, yang menimbulkan gejala batuk, pilek, disertai dengan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.

Sesuai dengan namanya, ISPA akan menimbulkan peradangan pada saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Kebanyakan ISPA disebabkan oleh virus, sehingga dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus dan antibiotik.

Walaupun demikian, seseorang perlu waspada dan mengetahui kapan saatnya perlu berkonsultasi dengan dokter, serta cara mencegah penyakit ini.

Penyebab ISPA

Penyebab ISPA adalah virus atau bakteri, yang mudah sekali menular. Penularan virus atau bakteri penyebab ISPA dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi. Virus atau bakteri dalam percikan liur akan menyebar melalui udara, masuk ke hidung atau mulut orang lain.

Selain kontak langsung dengan percikan liur penderita, virus juga dapat menyebar melalui sentuhan dengan benda yang terkontaminasi, atau berjabat tangan dengan penderita.

Walaupun penyebarannya mudah, ada beberapa kelompok orang yang lebih rentan tertular ISPA, yaitu:

1. Anak-anak dan lansia

Anak-anak dan lansia memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga rentan terhadap berbagai infeksi. Selain itu, penyebaran virus atau bakteri ISPA di kalangan anak-anak dapat terjadi sangat cepat karena anak-anak banyak berinteraksi secara dekat dan melakukan kontak dengan anak-anak yang lain.

2. Orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh lemah

Sistem kekebalan tubuh sangat berpengaruh dalam melawan infeksi virus maupun bakteri. Ketika kekebalan tubuh menurun, maka risiko terinfeksi akan semakin meningkat. Salah satunya adalah penderita AIDS atau kanker.

3. Penderita gangguan jantung dan paru-paru

ISPA lebih sering terjadi pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau gangguan pada paru-paru sebelumnya.

4. Perokok aktif

Perokok lebih berisiko mengalami gangguan fungsi paru dan saluran pernapasan, sehingga rentan mengalami ISPA dan cenderung lebih sulit untuk pulih.

Gejala ISPA

Gejala dari infeksi saluran pernapasan akut berlangsung antara 1-2 minggu. Sebagian besar penderita akan mengalami perbaikan gejala setelah minggu pertama. Gejala tersebut adalah:

  • Batuk
  • Bersin
  • Pilek
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri tenggorokan
  • Sesak napas
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Kapan Harus ke Dokter

ISPA, terutama karena virus, akan membaik dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Rasa tidak nyaman dan demam dapat diredakan dengan kompres pada daerah dahi, ketiak, dan selangkangan, serta konsumsi obat paracetamol yang dijual bebas. Selain mengatasi demam, paracetamol juga dapat mengurangi nyeri dan rasa tidak nyaman yang menyertai ISPA.

Jika keluhan dirasakan semakin memburuk, demam tidak mau turun walaupun diberikan obat penurun panas, atau muncul gejala yang lebih serius, seperti menggigil, sesak napas, batuk darah, atau penurunan kesadaran, segeralah pergi ke instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit terdekat.

Pada anak-anak, selain keluhan di atas, segeralah bawa anak ke dokter bila ISPA disertai dengan gejala sebagai berikut:

  • Sulit bernapas, bisa terlihat dari tulang iga yang nampak jelas saat bernapas (retraksi).
  • Muntah-muntah.
  • Menjadi malas bermain.
  • Menjadi lebih diam dibandingkan
  • Muncul suara bengek saat menghembuskan napas.

Diagnosis ISPA

Ketika pasien mengalami gangguan pernapasan, maka dokter akan memeriksa gejala dan penyakit lain yang pernah dialami. Selanjutnya, dokter akan memeriksa hidung, telinga, dan tenggorokan untuk mendeteksi kemungkinan infeksi. Dokter juga akan memeriksa suara napas dengan stetoskop untuk memantau apakah ada penumpukan cairan atau peradangan pada paru-paru.

Jika pasien mengalami sesak napas, dokter akan melakukan pemeriksaan kadar (saturasi) oksigen di dalam tubuh dengan alat pulse oxymetry.

Bila ISPA disebabkan oleh virus, dokter tidak akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena dapat sembuh sendiri setelah beberapa minggu. Meski begitu, perbaikan maupun perburukan gejala perlu tetap dipantau.

Bila dicurigai terdapat kuman khusus yang menyebabkan ISPA, dokter akan melakukan pengambilan sampel dahak atau usap tenggorokan untuk diperiksa di laboratorium. Dan bila infeksi menyerang paru-paru, dokter akan melakukan pemeriksaan foto Rontgen dada atau CT scan, untuk memeriksa kondisi paru-paru.

Pengobatan ISPA

Seperti telah disebutkan sebelumnya, ISPA paling sering disebabkan oleh virus, sehingga akan sembuh sendiri tanpa perlu penanganan khusus. Beberapa tindakan untuk meredakan gejala dapat dilakukan secara mandiri di rumah, yaitu dengan:

  • Memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.
  • Mengonsumsi minuman lemon hangat atau madu untuk membantu meredakan batuk.
  • Berkumur dengan air hangat yang diberi garam, jika mengalami sakit tenggorokan.
  • Menghirup uap dari semangkuk air panas yang telah dicampur dengan minyak kayu putih atau mentol untuk meredakan hidung yang tersumbat.
  • Memposisikan kepala lebih tinggi ketika tidur dengan menggunakan bantal tambahan, untuk melancarkan pernapasan.

Jika gejala yang dialami tidak membaik, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala, antara lain:

  • Ibuprofen atau paracetamol, untuk meredakan demam dan nyeri otot.
  • Diphenhydramine dan pseudoephedrine, untuk mengatasi pilek dan hidung tersumbat.
  • Obat batuk.
  • Antibiotik, jika dokter menemukan bahwa ISPA disebabkan oleh bakteri.

Komplikasi ISPA

Jika infeksi terjadi di paru-paru dan tidak ditangani dengan baik, dapat terjadi komplikasi yang serius dan dapat berakibat fatal. Komplikasi yang sering terjadi akibat ISPA adalah gagal napas akibat paru-paru berhenti berfungsi, peningkatan kadar karbon dioksida dalam darah, serta gagal jantung.

Pencegahan ISPA

Tindakan pencegahan utama ISPA adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Cuci tangan secara teratur, terutama setelah beraktivitas di tempat umum.
  • Hindari menyentuh wajah, terutama bagian mulut, hidung, dan mata, untuk menghindari penularan virus dan bakteri.
  • Gunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang lain.
  • Perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin, terutama vitamin C, untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Olahraga secara teratur.
  • Berhenti merokok.
  • Lakukan vaksinasi, baik vaksin MMR, influenza, atau pneumonia. Diskusikan dengan dokter mengenai keperluan, manfaat, dan risiko dari vaksinasi ini.
Read More
Kesehatan

Mengenal dan Mendalami Selik Beluk Penyakit dan cara mengobati ispa

Image result for Infeksi Saluran Pernafasan Atas

Ada banyak jenis virus yang dapat mempengaruhi saluran pernapasan dan menyebabkan penyakit pernapasan seperti pilek atau penyakit seperti flu. Beberapa virus pernapasan umum termasuk virus influenza, virus pernapasan syncytial, virus parainfluenza, adenovirus, rhinovirus, metapneumovirus manusia dan enterovirus. Infeksi virus influenza dan infeksi virus syncytial pernapasan tidak termasuk dalam lembar fakta ini karena mereka tercakup di tempat lain.penyakit saluran pernapasan tersebut bisa menjadi akut yang dikenal dengan nama ISPA

Bagaimana infeksi virus menyebar

Infeksi pernafasan virus menyebar ketika orang yang terinfeksi berbicara, batuk atau bersin tetesan kecil yang mengandung agen infeksi ke udara. Tetesan di udara mungkin dihirup oleh orang-orang terdekat. Virus-virus ini juga disebarkan melalui kontak langsung dengan orang yang sakit atau kontak tidak langsung dengan tangan, tisu atau benda-benda lain yang tercemar oleh hidung dan tenggorokan. Infeksi enterovirus dan adenovirus juga menyebar melalui kontaminasi tangan atau benda dengan feses yang terinfeksi.

Tanda dan gejala

Tanda dan gejala bervariasi tergantung pada virus tertentu yang menyebabkan penyakit. Kebanyakan virus pernapasan menyebabkan gejala seperti pilek atau penyakit seperti flu yang nantinya bisa berakibat ISPA.

 Tanda dan gejala umum meliputi:

  • demam
  • batuk
  • meler
  • bersin
  • sakit tenggorokan
  • sakit kepala
  • Nyeri otot
  • kelelahan
  • malaise (merasa tidak enak badan).

Kebanyakan orang membaik dalam beberapa hari. Terkadang penyakit dapat menyebabkan komplikasi. Jenis komplikasi tergantung pada virus tertentu tetapi dapat meliputi:

  • pneumonia (infeksi paru-paru atau peradangan)
  • bronchiolitis (radang saluran udara kecil di paru-paru)
  • croup
  • radang dlm selaput lendir
  • meningitis (radang selaput otak dan sumsum tulang belakang)
  • ensefalitis (radang otak).

Masa menular sangat bervariasi dan tergantung pada virus spesifik. Namun, biasanya infeksi pernafasan virus paling menular selama beberapa hari pertama gejala. Dalam beberapa kasus, orang yang terinfeksi dapat melepaskan virus (dan karenanya tetap menular) untuk beberapa waktu setelah mereka pulih dari infeksi.

Pengobatan

Tidak diperlukan pengobatan khusus untuk infeksi pernapasan virus ringan. Kebanyakan orang sembuh dengan istirahat dan minum banyak cairan. Parasetamol dapat digunakan untuk menghilangkan gejala tetapi harus digunakan sesuai dengan instruksi pabrik. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak di bawah 12 tahun kecuali secara khusus direkomendasikan oleh dokter. Obat antivirus dapat digunakan untuk infeksi pernafasan virus yang parah atau berkepanjangan seperti infeksi virus influenza. Antibiotik tidak membantu walaupun sering diresepkan. Istirahat yang cukup dapat mengembalikan kondisi tubuh menjadi lebih baik dan mecegah penyakit pernapasan yang lebih urgent lagi yaitu ISPA.

Kapan harus mencari nasihat medis

Cari saran medis jika Anda khawatir tentang gejala Anda atau memiliki salah satu dari yang berikut:

  • gejala yang memburuk
  • sesak napas
  • sulit bernafas
  • kebingungan
  • ketidakmampuan untuk menjaga cairan tetap turun karena muntah
  • gejala dehidrasi (seperti pusing saat berdiri atau buang air kecil jauh lebih sedikit dari biasanya).

Pencegahan

Jika tidak enak badan dengan infeksi virus pernafasan, cobalah untuk menjauh dari pengasuhan anak, prasekolah, sekolah dan bekerja sampai sehat. Cuci tangan sesegera mungkin setelah bersin atau batuk dan setelah kontak dengan hidung dan tenggorokan atau benda-benda yang kotor oleh ini. Gunakan sabun dan air atau antiseptik berbasis alkohol. Tutupi batuk atau bersin dengan tisu atau lengan. Jatuhkan tisu bekas segera ke tempat sampah, dan cuci tangan sesudahnya.

Bersihkan semua permukaan yang sering disentuh secara teratur dengan kain pembersih yang dibasahi dengan deterjen, atau dengan penghapus alkohol besar. Hindari berbagi cangkir, gelas, dan peralatan makan dengan orang yang mengalami infeksi pernapasan.

sumber :

https://www.healthline.com

https://www.aafp.org

https://www.sahealth.sa.gov.au

Read More